Nama : Sigit bayu
NIM : 108711410221 / AA/ 2008

A. Manusia sebagai kesatuan jiwa dan raga (Psycosomatic Unity)
Olahraga bukan merupakan masalah fisik saja,yang berhubungan dengan gerakan-gerakan anggota tubuh,otot, dan tulang. Jangkauan olahraga lebih dari itu.Terutama olahraga pertandingan selain dengan gerakan-gerakan anggota tubuh juga berhubungan dengan masalah-masalah dan gejala-gejala kejiwaan pelakunya.
Manusia adalah kesatuan jiwa raga,suatu Psycosomatic Unity yang satu dengan yang lainnya saling mempengaruhi.Pada saat berolahraga,terutama olahraga pertandingan,seorang (atlet) yang melakukan gerakan-gerakan fisik tidak mungkin dapat menghindarkan diri dari pengaruh-pengaruh mental-emosional yang timbul dalam berolahraga.
Peranan masalah-masalah kejiwaan mempunyai pengaruh yang penting,kadang malah menentukan dalam usaha atlet untuk mencapai prestasi yang tinggi.Misalnya aspek dalam peranan motivasi,aktivasi,frustasi,rasa bimbang,ketakutan,anxiety,ambisi untuk menang dan aspek kejiwaan lainnya.
Dengan pengetahuan akan aspek-aspek tersebut di atas para guru/pelatih diharapkan akan dapat berhubungan dengan murid dengan penuh pengertian dan memperlakukan mereka secara lebih manusiawi,sehingga kedewasaan jiwa dan kematangan berolahraga mereka dapat berkembang lebih baik.Jiwa dan raga sangat erat kaitannya.Apa yang dialami oleh jiwa dirasakan pula oleh raga dan apa yang diderita oleh raga juga berpengaruh terhadap jiwa. Maka dapat dikatakan bahwa jiwa dan raga merupakan dwi tunggal (psycosomatic unity).
Dalam olahraga,jiwa merupakan “motor” / penggerak dan raga sebagai alat yang digerakkan.Karena itu kedua bagian tersebut harus dibina bersama-sama hingga keselarasan jiwa raga dapat berimbang.
Meskipun dalam pembinaan olahraga titik tekannya pada pembinaan raga / fisik (ketangkasan dan keterampilan) namun jiwanya juga harus dibina, karena untuk mencapai prestasi yang tinggi perlu pembinaan jiwa yang memadai (porposional).

B.Faktor-Faktor Isensial Dalam Studi Psikologi Olahraga
1.Hubungan dan Pengaruh Jiwa dan Raga
Dalam usaha apapun kemantapan jiwa sangat diperlukan,tanpa kemantapan jiwa dan kemauan yang kuat keberhasilan akan suatu usaha masih diragukan.Dalam kegiatan olahraga,meskipun teknik,taktik dan fisik dalam taraf yang memadai tetapi tanpa kemantapan jiwa pencapaian suatu prestasi yang tinggi belum dapat dipastikan.
Olahraga pada dasarnya adalah rangkaian gerak yang tersusun secara teratur,sistematik dan mempunyai tujuan tertentu.Berolahraga berarti melakukan gerakan tersebut.Dalam uraian sebelumnya dijelaskan bahwa jiwa merupakan motor gerak fisik,sedangkan raga adalah bagian yang digerakkan.Jadi jika jiwa sebagai penggerak terganggu maka dengan sendirinya akan berpengaruh terhadap alat (raga) yang digerakkan.
Perasanan senang karena mendapat hadiah,akan mengakibatkan gerakan-gerakan yang ringan dan lincah seolah-olah tidak merasa lelah.Sebaliknya jika sedih, enggan bergerak seperti biasanya tidak lincah serta nampak keletihan.
2.Hubungan Raga dan Olahraga
Setiap orang dapat melakukan semua cabang olahraga yang disukai,tanpa memandang bentuk tubuhnya. Jika ia tekun, sabar, sungguh-sungguh, teratur dan sistematik dalam melakukan pasti ia akan menguasai cabang olahraga tersebut dengan baik.Akan tetapi jika yang diharapkan adalah prestasi yang setinggi-tingginya (prestasi maksimal),maka bentuk tubuh atau raga perlu disesuaikan dengan cabang olahraga yang dilakukan.Tiap cabang olahraga menghendaki bentuk tubuh tertentu pula.Misal cabang olahraga gulat lebih sesuai jika bentuk tubuhnya pendek dan gemuk,sedangkan pada nomor-nomor lari dan lompat lebih menuntut pada postur tubuh yang agak kurus dan tinggi.Dalam hal ini sumbangan dari tes dan pengukuran autrometri sangat banyak dan berharga, karena tes dan pengukuran mendapatkan persyaratan dan sifat tubuh tertentu untuk cabang olahraga.
3.Hubungan dan Pengaruh Jiwa dan Olahraga
Dalam usaha apapun keberhasilan akan sulit diharapkan tanpa disertai kemantapan jiwa pelakunya.Tak terkecuali dalam dunia olahraga, lebih-lebih olahraga yang dipertandingkan,kemantapan jiwa sangat penting dalam pencapaian prestasi yang tinggi.Adapun aspek-aspek dari kemantapan jiwa itu adalah kestabilan emosi berpendirian yang kuat,percaya diri,adanya motivasi,konsentrasi yang mantap,dan lain-lain yang termasuk dalam fakultas jiwa.
Penguasaan teknik,taktik dan fisik yang memadai belumlah cukup untuk mengantar pada penampilan yang prima,tanpa disetai adanya kemampuan jiwa yang solid.Lebih-lebih dalam olahraga pertandingan yang selalu mendatangkan stres,tekanan-tekanan,gangguan yag datang dari berbagai sumber seperti massa penonton,petugas pertandingan,fasilitas yang dipakai,cuaca tempat pertandingan dan hal lain yang dapat menimbulkan ancaman bagi diri atlet.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: