Sejarah Psikologi Olahraga

  1. Nama   : Sigit  Bayu Utomo

Nim: 108711410221

Off: PJK AA/08

Sejarah Psikologi Olahraga

Catatan tentang sejarah perkembangan Psikologi Olahraga sudah dimulai sejak tahun 1895, sesuai dengan apa yang telah dikemukukn oleh Silvia III dan Weinbrg pada tahun 1984. Dalam catatan tersebut mereka mengungkapkan peristiwa-peristiwa yang ada kaitannya dengan perkembangan psikologi olahraga. Adapun tonggak sejarah yang telah berhasil mereka ungkapkan adalah sebagai berikut:

  • George W. Fitz (1895)

George W. Fitz, seorang kepala Departemen Anatomi, Fisiologi dan Latihan Fisik pada Havard’s Lawrence Scientific School, dan sebagai penanggung jawab berdirinya laboratorium pertama di Amerika Utara menyelidiki waktu reaksi (reaction time) yang tercamtum dalam “psychological Review”. George W Fitz telah berhasil menemukan alat-alat untuk mengukur kecepatan dan ketepatan seseorang untuk menyentuh objek yang dihadapkan tiba-tiba dan dalam posisi yang tidak terduga.

  • William G. Anderson (1899)

William G. Anderson adalah seorang tokoh Pendidikan Jasmani terkemuka dan tokoh pendiri American Association for Health, Physical Education, recheation and Dance. Selama akademinya (1897-1898) menyelesaikan eksperimen mengenai “Mental Practice”, Transfet of Training, dan Transfer of Musculer Strength.

  • Perkembangan pada tahun 1914

–          Pada tahun ini Robert A. Comins, seorang instruktur psikologi pada Universitas Washington meneliti efek latihan basket ball terhadap reaksi motorik, perhatian dan kesanggupan mengingat.

–          Nornam Tripett, ahli psikologi dari Univrsitas Indiana, mentyelenggarakan studi untuk membuktikan hubungan antara pengaruh penonton terhadap penampilan motorik.

–          Scripture, direktur laboratorium psikologi Universitas Yale, berpendapat bahwa watak yang baikdan sifat-sifat pribadi dapat dipelihara dengan berperan serta dalam olahraga dan sifat-sifat tersebut dapat ditransfer dalam keadaan yang berbeda dalam kehidupan seseorang.

 

  • Perkembangan tahun 1920

Pada tahun ini berdirilah laboratorium psikologi olahraga pertama di dunia yang didirikan oleh Carl Diem di “Deutsche Hochschul fur Leibesubunge”.

  • Perkembangan pada tahun 1925-1932

–          Rusia A.Z. Puni mendirikan laboratorium psikologi olahraga di “Institute of Physical Culture”  di Leningrad pada tahun 1925.

–          Coleman Robert Griffith juga mengadakan persiapan untuk mendirikan laboratoriun psikologi olahraga, kemudian secara resmi Griffith menjadi direktur dari “the Athletcical Research Laboratory” di Universitas Illinois. Griffith juga disebut-sebut sebagai Bapak Psikologi Olahraga, khususnya di Amerika.

–          Sebagainama dikemukakan oleh kroll dan Lewis, yang dikutip oleh Scraub (1980), Griffith lebih banyak mencurahkan perhatiannya untuk meneliti ketrampilan psikomotor, proses belajar dan variable-variable kepribadian. Sehubungan dengan itu Griffith mengembangkan sejumlah alattertentu, meliputi

(1)   Alat pengukur reaksi otot yang diberi beban

(2)   Test kecerdikan dalam base ball

(3)   Test ketegangan otot dan relaksasi

(4)   Test untuk membedakan 4 tipe serial reaction times

(5)   Test untuk engukur ketegangan, koordinasi otot-otot dan kemampuan belajar

(6)   Test waktu reaksi terhadap sinar, suara dan tekanan

(7)   Test untuk mengukur fleksibilitas koordinasi

(8)   Test mengukur kepekaan otot

(9)   Test kepekaan mental yang dikembangkan khusus untuk atlet

 

–          Pada tahun 1932, Griffith meletakkan jabatan Direktur Athletic Research Laboratoty karena suatu pembatasan bantuan financial. Griffith menyelenggarakan bermacam-macam penelitian hingga akhirnya menjadi professor dalam psikologi pendidikann menjelang masa depannya.

–          John D. Walter, seorang professor pendidikan jasmani di Pennsylvania State University, dan Clarence Regsdale dari Universitas Wisconsin mendirikan laboratorium motor learning pada tahun 1930

 

  • Henry (1935)

Mengtambil prakarsa mengadakan kursus di Berkeley dengan judul “Psycological Basis of Psycal Activity”.

  • Warren R, Johnson (1949)

Mengawali penelitian mengenai bermacam-macam elemen stress dan dampaknya terhadap penampilan atlet. Johnson menyimpulkan bahwa emosi yang kuat sebagai gejala wajar rasa takut dan resah (cemas) sebelum pertandingan tidak tampak sebagai factor utama yang istimewa pada sepak bola, tetapi ada indikasi yang kuat bahwa ini merupakan suatu yang penting dan serius dalam gulat.

  • Beberapa penelitian setelah perang dunia II

–          Tahun 1952, John M. Harmon dari Universitas Boston dan Johnson dari Universitas Maryland, menemukan reaksi-reaksi emosional dari atlet-etlet Collage.

–          Tahun 1954, Johnson bersama Daniel H. Hutton (Universitas Maryland) dan Granvile B. Johnson (Emori University) Meneliti sifat-sifat kepribadian dari kelompok selektif atlet-etlet yang tergolong superior.

–          Tahun 1955, Burris F. Husman (Maryland) menyusun disertasi mengenai agresivitas petinju dan pegulat.

–          Tahun 1955, Johnson bersama Daniel H. Hulton meneliti dampak olahraga perkelahian terhadap dimanika perkembangan kepribadian.

–          Tahun 1955, Franklin M. Henrry dan Celeste Ulrice mulai menganalisis pengaruh stress terhadap penampilan atlet. Kmudian penelitian ini dilanjutkan para ahli psikologi olahraga lain.

  • perkembangan tahun 1965 (setelah Kongres Psikologo Olahraga)

pada tahun ini diadakan  kongres psikologi olahraga untuk yang pertama kalinya di Roma dan di prakarsai olehseorang psikiater yaitu Prof. Ferrucio Antonelli. Dalam kongres ini disepakati untuk membentuk International Society of Sport Psycology (ISSP).

Setelah diadakan kongrespertama, perkembangan psikologi olahraga sangat pesat yang ditandai dengan:

(1)   Tahun 1966, Robert Morfold (Berceley) telah mengajarkan psikologi olahraga/ motor learning di Universitas Alberta.

(2)   Dialnjutkan oleh Richard B. Alderman dan Bob Wilberg B. J. Cratty di Universitas Calivornia, Mereka juga menulis buku “ Movement Behavior and Motor Learning” (1964).

(3)   Tahun 1966, di Amerika berdiri organisasi yang bergerak di bidang psikologi olahraga “Norh American Society for the Psicology of Sport  and Physical Activity” (NASPSPA).

(4)   Tahun 1967, kumpulan tulisan “Beiser’s Book” diedit oleh R. Solvenko dan J.A. Knight, kemudian diterbitkan dengan judul “Motivations in Play, Games and Sport”.

(5)   Tahun 1968, diadakan kongres psikologi olahraga ke-2 di Washingtown DC.

(6)   Tahun 1984, john H. Salmela dari Universitas Montreal mengetengahkan hasil survey para direktur federasi olahraga Kanada tentang prioritas tindakan professional yang paling membutuhkan bantuan dari ilmu olahraga.

 

 

  1. nice info nih bro….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: